Senin, 26 September 2016

PERHITUNGAN BAKTERI METODE CAWAN TUANG/ TPC

Laporan Praktikum

        I.            Tujuan
Untuk menghitung jumlah bakteri pada sampel.

      II.            Prinsip
Sampel diencerkan dengan pengenceran tertentu kemudian dituang ke dalam media NA pada Plate, campur hingga homogen, inkubasi 37° C selama 24 jam, dilakukan perhitungan pada bakteri yang tumbuh.

    III.            Landasan Teori
Metode cawan tuang/ Total Plate Count/ Colony Performing Unit merupakan metode kwitansi bakteri secara tidak langsung (indirect). Cara ini dapa dipakai untuk menentukan jumlah bakteri keseluruhan baik yang hidup maupun yang mati atau hanya untuk menentukan jumlah bakteri yang hidup saja.
Metode cawan tuang merupakan metode yang paling umum digunakan untuk perhitungan jumlah  kuman. Dasarnya ialah membuat suatu seri pengenceran bahan dengan kelipatan 10, dari masing-masing pengenceran diambil 1 ml dan dibuat taburan dalam Petridis dengan media agar yang macam dan caranya tergantung  pada macam mikroba. Setelah di inkubasi, dihitung jumlah koloni dari tiap Petridis dari masing-masing pengenceran dengan colony counter yang bisanya dilengkapi dengan electronic regester. Dari jumlah koloni tiap Petridis dapat ditentukan jumlah kuman tiap ml bahan yaitu dengan mengalikan jumlah koloni dengan pengenceran. Jika jumlah koloni pada satu Petridis sangat padat, dapat dibuat daerah hitung seluas 10 cm2. Kemudian dihitung dengan perhitungan tertentu.
Pada cara ini dilakukan pengenceran dengan menggunakan sejumlah botol pengencer yang diisi akuades steril. Agar cair didinginkan sampai suhu sekitar 44° C dan baru kemudian dituang ke cawan petri. Setelah agar membeku cawan di inkubasi selama 24 – 48 jam (37° C). Lempengan yang dapat digunakan dalam perhitungan ini ialah lempengan yang mengandung 30 – 300 koloni. Jumlah bakteri per mililiter ialah jumlah koloni dikalikan faktor pengencer (Bibiana, 2002).

PERHITUNGAN BAKTERI METODE CAWAN GORES

Laporan Praktikum

        I.            Tujuan
Untuk menghitung jumlah bakteri pada sampel.

      II.            Prinsip
Sampel diambil sebanyak 1 ose menggunakan ose yang sudah distandarisasi volumenya, digoreskan merata pada seluruh permukaan media NA steril, inkubasi 37° C selama 24 – 48 jam, dilakukan perhitungan pada bakteri yang tumbuh.

    III.            Landasan Teori
Metode cawan gores merupakan metode kwantitasi bakteri secara tidak langsung (indirect). Cara ini dipakai untuk menentukan jumlah bakteri keseluruhan baik yang hidup maupun yang mati atau hanya untuk menentukan jumlah bakteri yang hidup saja.
Metode ini merupakan metode yang umum digunakan untuk perhitungan jumlah bakteri. Dasarnya menggoreskan sampel pada media agar steril menggunakan ose yang telah distandarisasi untuk mencari volume ose tersebut dengan cara membaca absorben dari 1 ujung ose larutan Methylen Blue yang dicampur dengan 5 ml akuades sebanyak beberapa tabung dan absorben dari 10 atau 20 µl larutan Methylen Blue yang dicampur dengan 5 ml akuades. Dari absorben yang diperoleh, dilakukan perhitungan untuk mengetahui volume ose yang digunakan untuk menggores sampel.
Sampel yang telah digoreskan secara merata pada media agar dengan ose yang telah distandarisasi, diinkubasi. Kemudian dilakukan perhitungan jumlah koloni yang tumbuh, baik secara manual atau dengan colony counter. Dari jumlah koloni yang tumbuh dapat ditentukan jumlah bakteri tiap 1 ml sampel dengan perhitungan tertentu. Jika jumlah koloni yang tumbuh pada cawan petri sangat padat, dapat dibuat daerah hitung seluas 10 cm2, kemudian dihitung dengan perhitungan tertentu.

PEMBUATAN PREPARAT/ SEDIAAN/ SMEAR BAKTERI

Laporan Praktikum


A.                  Tujuan                  : Untuk mengetahui dan mampu membuat preparat bakteri agar dapat diamati pada mikroskop.

B.                  Prinsip kerja      
1.       Preparat basah         : Sampel dipulas di atas objek glass kemudian diamati di bawah mikroskop, untuk perbesaran 40x dan 100x harus ditutup dengan cover glass.
2.       Preparat kering         : Sampel dipoles di atas objek glass dengan ditambahkan larutan PZ dan harus diberi cat kemudian diamati di bawah mikroskop.

C.                  Landasan Teori
Preparat merupakan bahan/ sampel yang dibuat untuk diamati di bawah mikroskop. Ada dua macam preparat yaitu preparat basah dan kering/mati. Masing – masing preparat memiliki kelebihan dan kekurangan. Preparat yang dibuat harus sesuai dengan standar agar mudah diamati di bawah mikroskop.
Preparat basah merupakan preparat yang dibuat untuk mengamati pergerakan ataupun kehidupan dari mikroba. Preparat basah bisa dibuat dengan dicat ataupun tanpa dicat. Untuk preparat yang dicat biasanya digunakan untuk mengamati jenis protozoa dalam pemeriksaan parasitologi. Preparat basah tanpa dicat biasanya hanya untuk mengamati mikroba secara transparan, morfologi dan bentuk. Preparat basah tanpa dicat memiliki dua metode, yaitu preparat basah tetes tegak dan preparat basah tetes gantung.
Preparat kering/mati merupakan preparat yang dibuat untuk mengamati mikroba secara spesifik. Pada preparat kering biasanya digunakan media berupa padat atau solid. Preparat kering/mati harus menggunakan cat. Tujuannya agar dapat dilihat dengan baik di bawah mikroskop. Preparat kering ada metode cat sederhana dan lengkap.