Senin, 26 September 2016

PEMBUATAN PREPARAT/ SEDIAAN/ SMEAR BAKTERI

Laporan Praktikum


A.                  Tujuan                  : Untuk mengetahui dan mampu membuat preparat bakteri agar dapat diamati pada mikroskop.

B.                  Prinsip kerja      
1.       Preparat basah         : Sampel dipulas di atas objek glass kemudian diamati di bawah mikroskop, untuk perbesaran 40x dan 100x harus ditutup dengan cover glass.
2.       Preparat kering         : Sampel dipoles di atas objek glass dengan ditambahkan larutan PZ dan harus diberi cat kemudian diamati di bawah mikroskop.

C.                  Landasan Teori
Preparat merupakan bahan/ sampel yang dibuat untuk diamati di bawah mikroskop. Ada dua macam preparat yaitu preparat basah dan kering/mati. Masing – masing preparat memiliki kelebihan dan kekurangan. Preparat yang dibuat harus sesuai dengan standar agar mudah diamati di bawah mikroskop.
Preparat basah merupakan preparat yang dibuat untuk mengamati pergerakan ataupun kehidupan dari mikroba. Preparat basah bisa dibuat dengan dicat ataupun tanpa dicat. Untuk preparat yang dicat biasanya digunakan untuk mengamati jenis protozoa dalam pemeriksaan parasitologi. Preparat basah tanpa dicat biasanya hanya untuk mengamati mikroba secara transparan, morfologi dan bentuk. Preparat basah tanpa dicat memiliki dua metode, yaitu preparat basah tetes tegak dan preparat basah tetes gantung.
Preparat kering/mati merupakan preparat yang dibuat untuk mengamati mikroba secara spesifik. Pada preparat kering biasanya digunakan media berupa padat atau solid. Preparat kering/mati harus menggunakan cat. Tujuannya agar dapat dilihat dengan baik di bawah mikroskop. Preparat kering ada metode cat sederhana dan lengkap.


D.                  Alat dan Bahan
1.       Alat
a.       Slide/ objek glass datar dan lengkung
b.      Cover glass
c.       Pipet tetes
d.      Lampu Spiritus
e.      Mikroskop
f.        Korek api
g.       Ose

2.       Bahan
a.       Sampel : koloni/ suspensi bakteri
b.      Vaselin
c.       PZ/ NaCl 0,9 %
d.      Cat gram

E.                   Cara Kerja
1.       Preparat Basah Tetes Tegak
a.       Siapkan alat dan bahan
b.      Keringkan slide dengan api spiritus agar bebas dari lemak
c.       Beri tanda bagian bawah slide
d.      Letakkan slide di  tempat datar
e.      Teteskan sedikit sampel
f.        Untuk perbesaran 4x dan 10x bisa langsung diamati di bawah mikroskop sedangkan untuk perbesaran 40x dan 100x harus ditutup dengan cover glass.

2.       Preparat Basah Tetes Gantung
a.       Siapkan alat dan bahan
b.      Keringkan slide dengan api spiritus agar bebas dari lemak
c.       Beri tanda bagian bawah slide
d.      Oleskan vaselin pada masing – masing sudut cover glass
e.      Letakkan cover di  tempat datar
f.        Teteskan sedikit sampel (kurang dari satu tetes)
g.       Tutup cover glass dengan lengkungan pada objek glass, jangan sampai sampel menyebar
h.      Balik posisi objek glass di bawah sehingga sampel menjadi tergantung
i.         Amati di bawah mikroskop.

3.       Preparat Kering
a.       Siapkan alat dan bahan
b.      Keringkan slide dengan api spiritus agar bebas dari lemak
c.       Beri tanda bagian bawah slide
d.      Pijarkan ose, ambil sedikit PZ, tetesi pada slide
e.      Pijarkan ose kembali, dinginkan sebentar kemudian ambil 1 ose koloni
f.        Campurkan koloni dengan larutan PZ pada slide, poles merata pada slide hingga mengering
g.       Cat preparat dengan cat sederhana atau gram
h.      Setelah kering, amati dibawah mikroskop.

F.                   Hasil dan Pembahasan
Pada praktikum ini, ada dua cara yang digunakan untuk membuat preparat yaitu preparat basah dan preparat kering. Pada preparat basah dilakukan dua metode yaitu preparat tetes tegak dan tetes gantung. Preparat tetes tegak bertujuan untuk mengamati pergerakan mikroba, namun tidak terlalu bebas karena preparat tetes tegak harus dilapisi cover glass bila digunakan perbesaran 40x dan 100x. Akibatnya mikroba yang diamati terhimpit. Sedangkan pada preparat basah tetes gantung dapat diamati pergerakan dari mikroba tersebut. Pada praktikum ini, untuk preparat basah dengan zat pewarna/ cat tidak dilakukan.
Pada pembuatan preparat kering digunakan dua metode, yaitu preparat kering dengan cat sederhana dan preparat kering dengan cat lengkap (gram). Untuk metode cat sederhana dapat digunakan satu cat antara gram 1 atau gram 4. Pada pengamatan preparat ini dapat terlihat dengan jelas mikroba yang diamati karena sudah memiliki warna. Mikroba yang terlihat dapat diamati morfologi dan bentuknya namun tidak bisa melihat pergerakannya karena mikroba sudah mati.

G.                 Kesimpulan
1.       Preparat / sediaan merupakan bahan yang dibuat untuk mengamati mikroba atau benda mikro lainnya pada mikroskop.
2.       Pada mikrobiologi, pembuatan preparat ada dua cara yaitu preparat basah dan preparat kering.
3.       Preparat basah untuk mengamati pergerakan, transparan dari suatu mikroba.
4.       Preparat kering untuk mengamati secara spesifik bagian dari suatu mikroba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar