Laporan Praktikum
A.
Tujuan : Untuk mengetahui dan mampu
membuat preparat bakteri agar dapat diamati pada mikroskop.
B.
Prinsip
kerja
1.
Preparat
basah : Sampel dipulas di atas
objek glass kemudian diamati di bawah mikroskop, untuk perbesaran 40x dan 100x
harus ditutup dengan cover glass.
2.
Preparat
kering : Sampel dipoles di atas
objek glass dengan ditambahkan larutan PZ dan harus diberi cat kemudian diamati
di bawah mikroskop.
C.
Landasan
Teori
Preparat merupakan bahan/ sampel yang dibuat
untuk diamati di bawah mikroskop. Ada dua macam preparat yaitu preparat basah
dan kering/mati. Masing – masing preparat memiliki kelebihan dan kekurangan.
Preparat yang dibuat harus sesuai dengan standar agar mudah diamati di bawah
mikroskop.
Preparat basah merupakan preparat yang dibuat
untuk mengamati pergerakan ataupun kehidupan dari mikroba. Preparat basah bisa
dibuat dengan dicat ataupun tanpa dicat. Untuk preparat yang dicat biasanya
digunakan untuk mengamati jenis protozoa dalam pemeriksaan parasitologi.
Preparat basah tanpa dicat biasanya hanya untuk mengamati mikroba secara
transparan, morfologi dan bentuk. Preparat basah tanpa dicat memiliki dua
metode, yaitu preparat basah tetes tegak dan preparat basah tetes gantung.
Preparat kering/mati merupakan preparat yang
dibuat untuk mengamati mikroba secara spesifik. Pada preparat kering biasanya
digunakan media berupa padat atau solid. Preparat kering/mati harus menggunakan
cat. Tujuannya agar dapat dilihat dengan baik di bawah mikroskop. Preparat
kering ada metode cat sederhana dan lengkap.
D.
Alat dan
Bahan
1.
Alat
a.
Slide/
objek glass datar dan lengkung
b.
Cover
glass
c.
Pipet
tetes
d.
Lampu
Spiritus
e.
Mikroskop
f.
Korek api
g.
Ose
2.
Bahan
a.
Sampel :
koloni/ suspensi bakteri
b.
Vaselin
c.
PZ/ NaCl
0,9 %
d.
Cat gram
E.
Cara Kerja
1.
Preparat
Basah Tetes Tegak
a.
Siapkan
alat dan bahan
b.
Keringkan
slide dengan api spiritus agar bebas dari lemak
c.
Beri tanda
bagian bawah slide
d.
Letakkan
slide di tempat datar
e.
Teteskan
sedikit sampel
f.
Untuk
perbesaran 4x dan 10x bisa langsung diamati di bawah mikroskop sedangkan untuk
perbesaran 40x dan 100x harus ditutup dengan cover glass.
2.
Preparat
Basah Tetes Gantung
a.
Siapkan
alat dan bahan
b.
Keringkan
slide dengan api spiritus agar bebas dari lemak
c.
Beri tanda
bagian bawah slide
d.
Oleskan
vaselin pada masing – masing sudut cover glass
e.
Letakkan
cover di tempat datar
f.
Teteskan
sedikit sampel (kurang dari satu tetes)
g.
Tutup
cover glass dengan lengkungan pada objek glass, jangan sampai sampel menyebar
h.
Balik
posisi objek glass di bawah sehingga sampel menjadi tergantung
i.
Amati di
bawah mikroskop.
3.
Preparat
Kering
a.
Siapkan
alat dan bahan
b.
Keringkan
slide dengan api spiritus agar bebas dari lemak
c.
Beri tanda
bagian bawah slide
d.
Pijarkan
ose, ambil sedikit PZ, tetesi pada slide
e.
Pijarkan
ose kembali, dinginkan sebentar kemudian ambil 1 ose koloni
f.
Campurkan
koloni dengan larutan PZ pada slide, poles merata pada slide hingga mengering
g.
Cat
preparat dengan cat sederhana atau gram
h.
Setelah
kering, amati dibawah mikroskop.
F.
Hasil dan
Pembahasan
Pada praktikum ini, ada dua cara yang digunakan
untuk membuat preparat yaitu preparat basah dan preparat kering. Pada preparat
basah dilakukan dua metode yaitu preparat tetes tegak dan tetes gantung.
Preparat tetes tegak bertujuan untuk mengamati pergerakan mikroba, namun tidak
terlalu bebas karena preparat tetes tegak harus dilapisi cover glass bila
digunakan perbesaran 40x dan 100x. Akibatnya mikroba yang diamati terhimpit.
Sedangkan pada preparat basah tetes gantung dapat diamati pergerakan dari mikroba
tersebut. Pada praktikum ini, untuk preparat basah dengan zat pewarna/ cat
tidak dilakukan.
Pada pembuatan preparat kering digunakan dua
metode, yaitu preparat kering dengan cat sederhana dan preparat kering dengan
cat lengkap (gram). Untuk metode cat sederhana dapat digunakan satu cat antara
gram 1 atau gram 4. Pada pengamatan preparat ini dapat terlihat dengan jelas
mikroba yang diamati karena sudah memiliki warna. Mikroba yang terlihat dapat
diamati morfologi dan bentuknya namun tidak bisa melihat pergerakannya karena
mikroba sudah mati.
G.
Kesimpulan
1.
Preparat /
sediaan merupakan bahan yang dibuat untuk mengamati mikroba atau benda mikro
lainnya pada mikroskop.
2.
Pada
mikrobiologi, pembuatan preparat ada dua cara yaitu preparat basah dan preparat
kering.
3.
Preparat
basah untuk mengamati pergerakan, transparan dari suatu mikroba.
4.
Preparat
kering untuk mengamati secara spesifik bagian dari suatu mikroba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar